Menulis merupakan aktivitas yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dapat menjadi hobi yang menghasilkan. Apabila hobi menulis ditekuni secara serius maka tidak menutup kemungkinan tulisan-tulisan yang dihasilkan akan mampu menembus pasar internasional. Salah satu penulis Indonesia yang berhasil melakukannya adalah Eka Kurniawan.

Eka Kurniawan adalah novelis Indonesia pertama yang karyanya masuk dalam nominasi penghargaan literatur bergengsi Man Booker International Prize 2016. Man Booker disebut penghargaan prestisius terhadap karya sastra yang posisinya satu tingkat di bawah Nobel Sastra. Novel-novel pria kelahiran Tasikmalaya tahun 1975 ini bersanding bersama belasan novel karya penulis tersohor dunia.

Novelnya antara lain sebagai berikut.

  1. Cantik Itu Luka

Sebagian besar orang menganggap bahwa hidup sebagai seorang perempuan yang cantik akan lebih mudah. Namun, dalam novel ini Eka Kurniawan mengatakan sebaliknya bahwa semakin cantik seorang wanita maka akan semakin banyak masalah yang dimiliki dalam hidup. Novel Cantik Itu Luka telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Beauty Is Wound dan diterjemagkan ke dalam 28 bahasa lain.

  1. Lelaki Harimau

Novel ini mengisahkan seorang pria muda bernama Margio yang membunuh tetangganya dengan cara menggigit leher sampai putus. Awal mulanya terdengar menyeramkan. Siapa sangka kisah berlanjut mengenai kepedihan kehidupan Margio dan kisah cintanya yang kandas di tengah jalan. Novel Lelaki Harimau memenangkan penghargaan utama kategori literatur fiksi di FT/Oppenheimer Fund Emerging Voices Awards.

  1. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Dari judulnya, wajar apabila pembaca mengira novel ini mengisahkan cinta yang manis nan romantis, tentang pasangan yang saling merindu karena terpisahkan jarak. Akan tetapi, kenyataannya novel ini tidak menceritakan pasangan yang saling mencinta. Melainkan mengisahkan perjalanan seorang pria yang ingin mengembalikan kejantanannya. Novel ini akan segera difilmkan dengan penulis skenario Eka Kurniawan sendiri.

  1. O

Novel dengan judul unik ini mengisahkan tentang sepasang monyet yang berkeinginan menjadi manusia. O adalah nama monyet betina yang menjadi fokus utama dalam cerita. Sang monyet betina harus berusaha dan berjuang keras menyusul kekasihnya yang lebih dahulu sukses menjadi manusia. Dalam perjalanannya, O mengambil keputusan menjadi topeng monyet yang bertujuan memahami perilaku manusia di kehidupan sehari-hari.

Eka Kurniawan juga menulis beberapa kumpulan cerpen yang dapat menyihir dan membuat pembaca jatuh cinta pada karya-karyanya.

 

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.