Sumber: shutterstock.com

Dalam dunia kepenulisan, orisinalitas merupakan prinsip paling penting. Seorang penulis tidak akan diakui karyanya apabila hasil tulisannya tidak memenuhi prinsip orisinalitas. Tanpa memandang bidang kepenulisan ilmiah maupun nonilmiah, segala bentuk plagiarisme dalam proses kreatif menulis adalah red flag dan berpotensi menimbulkan masalah besar. Hal ini karena tulisan yang terindikasi plagiarisme termasuk dalam tindakan pelanggaran hak cipta ataupun HAKI. Bahkan seseorang bisa saja berurusan dengan hukum hanya karena indikasi plagiarisme dalam karyanya. Wow! Seram juga, ya?

Namun, tak perlu menganggap plagiarisme sebagai momok menakutkan karena sejatinya plagiarisme sangat bisa dihindari. Berikut beberapa tips yang dapat kamu lakukan agar tulisanmu terhindar dari plagiarisme.

 

Lakukan Parafrase

Parafrase menjadi metode yang paling efektif untuk menghindari plagiarisme. Inti dari parafrase adalah kita merujuk gagasan dari suatu sumber referensi, tetapi kita membahasakannya dengan kalimat kita sendiri. Meski demikian, kita tetap harus menyertakan sitasi sumber rujukan yang kita parafrasekan.

Cara paling mudah melakukan parafrase adalah dengan mengubah susunan kata dalam sebuah kalimat dari sumber rujukan; menggunakan kosakata lain yang maknanya sama dengan kosakata sumber rujukan; bisa juga dengan mengubah susunan kalimat dalam sebuah paragraf dari sumber rujukan.

 

Tambahkan Sitasi Rujukan

Sumber: proprofs.com

Mencantumkan sumber yang dirujuk adalah aturan mendasar dalam menulis. Pada karya ilmiah maupun nonilmiah, penulisan sumber rujukan ini berupa sitasi. Model sitasi bisa disesuaikan dengan format yang sudah dibakukan, seperti APA, Chicago, MLA, dan sebagainya. Yang paling umum disertakan pada sitasi adalah nama penulis rujukan dan tahun terbit rujukan.

Adanya sitasi menunjukkan bahwa tulisan yang kita buat ada dasar sumbernya, tidak asal mengarang bebas. Meskipun pada buku populer pendapat dan argumentasi pribadi penulis lebih diutamakan, akan lebih baik apabila didukung dengan sitasi rujukan yang relevan. Sitasi ini jugalah yang akan melindungi tulisan tersebut dari indikasi plagiarisme karena sumber rujukannya telah tercantum.

 

Gunakan Metode Interpretasi

Interpretasi dapat diartikan sebagai pemberian kesan, pendapat, tafsiran, atau pandangan teoretis terhadap suatu hal. Ketika proses menulis, terkadang ada beberapa istilah yang tidak cukup hanya diartikan maknanya saja, tetapi perlu jelaskan lebih lanjut agar dapat dipahami oleh pembaca. Pada kondisi inilah metode interpretasi dapat digunakan.

Berkaitan dengan plagiarisme, interpretasi sangat membantu untuk mencegah potensi plagiarisme. Hal ini karena interpretasi sepenuhnya memuat pandangan pribadi penulis yang tidak merujuk dari sumber mana pun. Susunan kalimatnya pun akan berbeda dari rujukan karena tidak didasarkan dari suatu sumber utama.

 

Perbanyak Referensi dari Berbagai Sumber

Sumber: theconversation.com

Memperbanyak referensi bacaan saat menulis juga dapat menghindari plagiarisme. Semakin banyak sumber yang dipakai sebagai bahan penulisan karya, semakin bervariasi gagasan yang termuat dalam tulisan. Variasi gagasan inilah yang membuat karya kita orisinal dan berbeda dari tulisan orang lain. Kalaupun ada kesamaan, kemungkinan hanya persoalan teknis berupa kata yang sama, tetapi ini dapat disolusikan dengan cari kata lain yang bersinonim.

 

Cek dengan Aplikasi Antiplagiarisme

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi antiplagiarisme untuk mengecek berapa persen tingkat originalitas karyamu. Aplikasi antiplagiarisme bekerja dengan cara memindai kata, kalimat, paragraf pada tulisan kita kemudian melacaknya dengan sumber-sumber tulisan yang ada di internet untuk ditemukan seberapa persen kemiripannya.

Misalnya, kamu mengambil rujukan dari buku yang dipublikasikan oleh penerbit buku Malang. Ketika dicek di aplikasi antiplagiarisme, ternyata hasilnya ada kesamaan 30% antara tulisanmu dengan sumber dari internet. Maka kamu harus mengubah/memparafrase bagian 30% ini agar tidak terindikasi plagiarisme.

Sumber: sosial79.com

 

Itulah beberapa cara untuk menghindari plagiarisme saat menulis. Kamu juga bisa mengikuti pelatihan menulis seperti Book Writing Camp yang akan memberikan beragam tips lain agar orisinalitas karyamu bisa stand out tanpa terindikasi plagiarisme. Semangat berkarya!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.