Pernahkah Anda menjumpai atau membaca novel Dunia Sohpie? Jika Anda pernah membacanya pasti Anda tahu siapa penulisnya. Ya, penulisnya adalah Jostein Gaarder. Ia adalah seorang intelektual sekaligus penulis novel-filsafat terkenal asal Norwegia. Ia pun mulai dikenal di penjuru dunia setelah sukses menghasilkan novel yang berjudul Sophie’s World: A Novel About the History of Philosophy (1991) atau yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu Dunia Sophie. Novel ini mampu memukau banyak orang dan telah berhasil diterjemahkan dalam lebih dari 42 bahasa.

Jostein Gaarder adalah penulis best-seller dunia yang fokus tulisannya ada pada sejarah filsafat, dunia, dan juga agama. Segmentasi pembaca karya-karya Gaarder ini adalah pembaca muda, khususnya juga anak-anak karena hampir semua karya yang pernah ditulisnya adalah novel, cerita pendek, dan buku anak. Selama menulis, Gaarder sering menggunakan sudut pandang anak-anak yang mengeksplorasi rasa ingin tahu mereka tentang dunia. Tak hanya itu, Gaarder juga sering mengaitkan ceritanya dengan filsafat. Menurutnya, anak-anak dan filsafat itu memiliki kesamaan yang mendasar, yaitu kepekaan dan rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru yang jarang dirasakan oleh orang dewasa. Menurut Gaarder, filsafat merupakan pertanyaan manusia yang berasal dari rasa terpukau terhadap dunia dan kehidupan.

Dalam dunia kepenulisan, gaya penulisan Gaarder banyak berbentuk cerita berbingkai, yaitu adanya cerita di dalam cerita. Dalam menuturkan ceritanya, ia mengakui bahwa akan lebih mudah dituturkan dalam bentuk surat. Ia beranggapan bahwa jika seseorang menulis sebuah surat, orang tersebut akan mampu mengungkapkan diri serta barbagi imajinasinya ke dalam bentuk tulisan.

Setiap penulis pasti memiliki waktu menulisnya sendiri. Jostein Gaarder mulai bekerja atau menulis setelah pukul 11 siang. Gaarder mengatakan bahwa biasanya orang menulis dari pukul 9—5 sore, tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk dirinya. Ia tidak bisa melakukannya di waktu tersebut karena di pagi hari ia sering meluangkan waktunya untuk minum secangkir kopi sambil mendengarkan acara budaya di NRK, stasiun radio publik Norwegia.

Ia juga mengatakan dapat bekerja selama 14 jam sehari ketika sedang mengerjakan atau menulis sebuah buku. sementara untuk merampungkan novel Dunia Sophie Gaarder membutuhkan waktu hingga tiga bulan. Dalam artikel norway2019.com, Gaarder menceritakan bahwa terkadang ia bekerja sambil ditemani video konser YouTube miliki musisi Grieg, Rachmaninoff, atau Tschaikovsky.

Dari waktu yang dilaluinya itu, Gaarder telah mengahasilkan karya-karya yang luar biasa hingga mendapat banyak penghargaan. Beberapa penghargaan diberikan atas kontribusinya di bidang sastra, khususnya sastra anak. Penghargaan tersebut antara lain, yaitu Norwegian Critics Prize for Literature (1990), Norwegian Bookseller’ Prize (1993), Deutscher Jugendliteraturpreis (1994), Premio Bancarella (1995), Buxtehude Bull (1997), Willy-Brandt Award (2004), Commander, The Royal Norwegian Order of St. Olav (2005), serta gelar kehormatan dari Trinity College, Dublin.

Wah, hebat sekali bukan? Kalau Anda, berapa waktu yang diperlukan untuk menulis dan menghasilkan sebuah tulisan atau buku? Pastikan Anda juga memiliki waktu khusus yang bisa digunakan untuk menulis, ya. Anda bisa memilih waktu yang menurut Anda bisa membuat diri fokus dan produktif.

Semangat menulis!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.