Cara Menjadi pemimpin yang Asyik

Saat mengemban tugas sebagai seorang pimpinan organisasi, kantor, atau bahkan perusahaanmu sendiri, ada banyak hal yang bisa membebani pikiran dan mentalmu. Banyak bayangan buruk akan kegagalan, ketidakpercayaan diri, kekurangan waktu, stres, terasingkan, dll. Tapi apapun risikonya, semua harus berani kamu hadapi demi bisa mencapai tujuan bersama. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu pelajari jika kamu ingin menjadi seorang pemimpin yang baik dan teladan.

1.”Jadilah pemimpin yang asyik bagi tim kerjamu.

Seorang pemimpin asyik ialah pemimpin yang bisa dengan cerdasnya membuat pekerjaan anggotanya itu mengasyikkan. Pekerjaan yang asyik itu sudah pasti pekerjaan yang punya visi yang jelas, dan kamu mampu mem-break down-nya menjadi langkah-langkah yang konkret sehingga tim dapat berkerja efektif dalam mencapai tujuannya.

2.”Kenali tujuan utama dari organisasi yang kamu pimpin.

Setelah punya pondasi dari hal visi, yang pertama harus dilakukan adalah mengenali “rumah sendiri.” Kenali dan pahami baik-baik tujuan organisasi dimana kita terlibat. Organisasi dengan tujuan mencari profit memerlukan kerja yang efektif dalam penggunaan waktu dan biaya. Setiap detil pengeluaran harus dibandingkan dengan pemasukan yang akan diperoleh.

3. Ukur besar kecilnya tim.

Yang harus dilakukan terlebih dulu adalah menerima tanpa harus memperkeruh suasana.” Sebaliknya, dalam mengelola tim kecil tidak bisa disamakan dalam mengelola tim besar kesan kaku dan nggak asik justru akan memberikan ketidaknyamanan.

4. Anggota tim kerja adalah teman dan keluarga bagimu.

Salah satu keuntungan dalam mengelola tim kecil adalah kita dapat menjaga kualitas keintiman lewat berbagai kejutan simpati. Hal ini menumbuhkan rasa kekeluargaan, tidak hanya melalui hubungan profesional antar bos dan anak buah.

5. Pemimpin harus jago berkomunikasi

Kemampuan komunikasi sangat diperlukan dalam mengelola, megarahkan, dan memotivasi tim. Tanpa mengecilkan banyak aspek yang lain, dari sekian banyak hal penting dalam komunikasi, antusiasme merupakan salah satu kunci utama.

Komunikasi yang baik akan mengarahkan kepada hubungan inter maupun intrapersonal yang baik. Percaya atau tidak, membangun antusiasme pada anggota-anggota bisa dilakukan dengan memilih nada dasar bicara yang tepat.

6. Pemimpin yang mau jadi bagian dari tim kerja!

Seringkali pemimpin salah menempatkan posisi. Seorang merasa lebih unggul segala-galanya ketika menjabat sebagai pimpinan, menempatkan dirinya di atas dari orang-orang yang dia pimpin. Kesalahan ini membuat seorang pemimpin menjadi bossy, tukang perintah, tak mau menerima kritikan, dan” eksklusif. Pemimpin yang baik dan asik tentunya menjadikan dirinya bagian dari tim yang dia pimpin.

7. Mulutmu adalah harimaumu. Apa yang sudah kamu ucapkan, harus bisa kamu pertanggungjawabkan di hadapan tim kerjamu.

Pemimpin tidak akan bisa lepas dari pembuat kebijakan. Pemimpin yang baik harus menghayati dan mempertimbangkan setiap kebijakan yang dikeluarkannya, konsekuen, integritas, dan mengerjakan apa yang dikatakan. Misalnya, atas kebijakan tidak boleh menggunakan sandal di kantor, namun sang bos dengan wajah tanpa dosa malah memandori kesana-kemari memakai sandal. Seorang pemimpin harus bisa jadi contoh pertama bagi para anggota timnya. Bukan jadi orang yang seenaknya sendiri hanya karena dirinya merasa memiliki jabatan lebih tinggi.

8. Tetaplah bersikap profesional sekalipun itu pedih!

Sering pasti ya nemuin cinlok dalam satu organisasi. Gimana enggak, kadang kita diharuskan kerja intensif selama berbulan-bulan, dari yang cuma bikin draf bareng sampe angkat-angkat barang bareng, Yang tadinya berat jadi ringan. Yang tadinya biasa aja jadi baper juga deh,tapi fenomena ini sebisa mungkin harus dihindari oleh pemimpin. Menjalin asmara dengan anggota saat organisasi sedang aktif bisa bikin suasana yang tidak kondusif dalam tim.

9. Jangan pernah lupa mengucap kata “maaf, tolong, dan terima kasih”

Yap. Sepertinya sudah sangat umum, tiga kata mutiara yang wajib dibudayakan adalah “maaf,” “tolong,” dan “terima kasih.” Dalam menjalani kehidupan bersama, tak bisa dipungkiri akan banyak terjadi kekhilafan, maka penggunaan kata “maaf” dan “tolong” sudah sepatutnya digunakan sebagaimana mestinya dalam berkomunikasi. Tak lupa, untuk memberikan apreisasi atas apa yang sudah dikerjakan rekan, ungkapan “terima kasih” dengan lembut. Meskipun sepele, ini sangat berarti bagi para anggota. Kata-kata tersebut mencerminkan bahwa kamu adalah sosok pemimpin yang sangat toleran dan peduli kepada para anggotanya.

10. Bisa jadi pemimpin yang ideal itu memang perlu jam terbang yang banyak. Setiap ada kesempatan, jangan ragu mengajukan diri untuk jadi pemipin.

Menjadi pemimpin ideal harus melalui banyak fase yang tidak mudah. Berbagai aspek dalam kepemimpinan tidak lahir secara instan. Kematangan dalam seni berkomunikasi, kepercayaan diri, memotivasional, mental psikologis, keoptimisan, dan wawasan yang luas. Apalagi dengan perbedaan jenis organisasi yang dipimpin, tentu memiliki banyak penyesuaian dalam memimpin sebuah tim. Oleh karena itu, jajaki semua kemungkinan dalam memimpin tim dari berbagai jenis keunikan tim.

Sumber : https://www.hipwee.com/daripembaca/karena-atasan-yang-nyeremin-itu-udah-kuno-10-tips-ini-bisa-membantumu-jadi-pemimpin-yang-dicintai/

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.